Wednesday, 6 February 2013

Friends, We're Almost There ...

#1

#2


#3 (Sumber: facebook.com)
Pada suatu hari ada segerombolan katak-katak kecil yang ingin beradu kekuatan berlumba. Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi. Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara untuk menyaksikan perlumbaan itu dan memberikan semangat kepada para peserta.

Maka perlumbaan pun dimulai.

Secara jujur, tidak satu pun penonton yang benar-benar percaya bahawa katak-katak kecil akan bisa mencapai puncak menara. Terdengar suara, “Oh, jalannya terlalu sulitttt!! Mereka TIDAK AKAN BOLEH sampai ke puncak” dan “Tidak ada kesempatan untuk berhasil. Menaranya terlalu tinggi!

Katak-katak kecil mulai berjatuhan. Satu persatu. Kecuali mereka yang tetap semangat menaiki menara perlahan-lahan semakin tinggi dan semakin tinggi. Penonton terus bersorak, “Terlalu sulit!!! Tak seorangpun akan berhasil!”

Lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah.

Tapi ada SEEKOR KATAK sahaja yang melanjutkan pandakiannya  hingga semakin tinggi dan tinggi. Dia belum menyerah! Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali katak yang satu itu. Katak kecil yang satu itu telah berusaha keras menjadi satu-satunya yang berhasil mencapai puncak.

SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya? Seorang peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan? Ternyata, katak yang menjadi pemenang itu SEBENARNYA PEKAK. Dia tidak bisa mendengar semua cemuhan dan perkataan negatif dari sekelilingnya. Katak itu, percaya dan yakin pada visinya: menggapai puncak tertinggi dengan tidak mendengarkan segala hal negatif!


#4 (Sumber: eramuslim.com)
Pada suatu acara semua yang mengikuti mukhayyam itu di perintahkan oleh komandan lapangan. “Kalian berlarilah mengelilingi lapangan ini sebanyak yang kalian bisa,” ujar komandan lapangan.

Semua peserta perkemahan berlari. Namun setelah beberapa putaran, sudah ada yang menyerah, dan mereka yang menyerah beralasan bahwa “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (al Baqarah, 2: 286), inilah yang saya mampu”,

Begitu pula orang-orang yang menyerah selanjutnya, mereka selalu beralasan dengan ayat ke-286 di surat Al-Baqarah tersebut, dan yang sisa pun semakin banyak yang menyerah, sampai tinggal Abdullah Azzam sendiri, beliau terus berlari mengelilingi lapangan tersebut, sampai akhirnya beliau pingsan.

Dan setelah sadar beliau ditanya oleh komandan lapangan “Mengapa anda berlari sampai pingsan begini, kan sudah saya bilang bahwa anda berlari semampu anda”, lalu Abdullah Azzam menjawab "inilah yang saya mampu, sesuai yang anda perintahkan"

#5 =)

Popular Posts