Tuesday, 7 August 2012

[7:176] Dia Cenderung Pada Dunia


Dalam Bahasa Arab, ia disebut "akhlada ilal Ardh". Ada Allah ceritakan satu golongan manusia, yang boleh saja Allah tinggikan darjat mereka, namun mereka memilih untuk menurut hawa nafsu dan terpesona dengan perhiasan dunia. Lalu Allah umpamakan mereka seperti anjing yang selalu menjulurkan lidahnya, sama ada dihalau mahupun dibiarkan. Itulah perumpaan bagi mereka yang mendustakan ayat-ayat-Nya.

Dahulu kala, ada seorang bernama Bal'am, doanya selalu Allah kabulkan. Ketika mendengar nabi Musa as singgah di kawasan berdekatan, penduduk di tempat Bal'am yang berprasangka buruk pada baginda meminta agar Bal'am mendoakan keburukan bagi baginda. Pada mulanya, Bal'am memarahi mereka, namun penduduknya mendesak dan menyogoknya sehingga dia terpedaya. Maka, mulalah dia mendoakan keburukan bagi Musa as dan kaum baginda. Tercabutlah keistimewaan yang ada padanya lalu dia berkata "Sekarang hilanglah sudah dunia dan akhirat daripadaku".

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.
[al A'raaf, 7:176]

Kalau nak fikirkan tentang ujian dunia, memang kita berasa risau dan takut kita akan tertipu dengan indahnya nikmat di sekeliling dunia ini. Takut-takut, seharian mata memandang dunia, tanpa teringatkan akhirat, kita cenderung untuk menjadi seperti orang yang sudah "akhlada ilal Ardh". Maka, selalulah perlu beringat, "Dunia itu hanya jambatan ke akhirat"

Popular Posts