Tuesday, 24 July 2012

[24:22] Adakah Kamu tidak Inginkan Allah Mengampunimu?



Dalam bahasa Arab, ayat ini disebut "alaa tuhibbuuna an yaghfira Allahu lakum?" Pertanyaan ini Allah berikan selepas Allah berikan teguran kepada golongan berada, yang tidak mahu memberi bantuan, memaafkan kesalahan dan berlapang dada kepada orang lain. 

Ayat ini diturunkan mengenai Abu Bakr as Siddiq ra ketika peristiwa hadits al Ifk (berita bohong menuduh Aishah ra, isteri Rasulullah saw berkelakuan sumbang). Ketika itu beliau berjanji tidak akan memberikan bantuan lagi kepada saudaranya, Mistah bin Utsatsah yang turut sama menyebar berita bohong tersebut. Mistah merupakan seorang miskin, hidupnya ditanggung Abu Bakr ra. Mistah turut tergolong di kalangan mereka yang berhijrah di jalan Allah. Dalam peristiwa hadits al Ifk ini, taubatnya diterima Allah dan hukuman turut dijalankan ke atasnya. Ketika ayat "alaa tuhibbuna an yaghfira Allahu lakum?" ini turun, Abu Bakr ra lalu menjawab, "Sudah tentu kami mahukan Engkau mengampuni kami". Lalu beliau membuat janji baru, untuk terus membantu Mistah.


Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[an Nuur, 24:22]

Maka, selalukanlah rasakan Allah selalu menyeru kita selaku hamba-Nya "alaa tuhibbuna an yaghfira Allahu lakum" mudah-mudahan hati dan anggota badan kita akan segera menyahut seruan tersebut.

Popular Posts